๐ŸŒ Menjaga ibadah di tengah ujian virus corona ๐ŸŒ


                     Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. 

Teman-teman gimana kabar kalian semua. Semoga sehat semua dan tetap dalam lindungan Allah taala dan dijauhkn dari musibah corona yg melanda dunia saat ini
materi yang akan dibahas
"*menjaga ibadah di tengah ujian virus corona.*"

1. "_Virus merupakan bagian dari tentara Allah
Kalau kita kembali mereview sejarah, kita akan kita temukan bahwa Firaun pernah diserang dengan berbagai macam tentara Allah karena kecongkakannya. Di antaranya belalang, kutu, katak, dll.
ูุงุฑุณู„ู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุทูˆูุงู† ูˆุงู„ุฌุฑุงุฏ ูˆุงู„ู‚ู…ู„ ูˆุงู„ุถูุงุถุน ูˆุงู„ุฏู… ุงูŠุงุช ู…ูุตู„ุงุช ูุงุณุชูƒุจุฑูˆุง ูˆูƒุงู†ูˆุง ู‚ูˆู…ุงู…ุฌุฑู…ูŠู†
Maka kami kirimkan kepada mereka, Firaun dan tentaranya, angin taupan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah jadi darah)sebagai bukti
Namun mereka tetap sombong maka jadilah mereka kaum yg berdosa.
Untuk saat ini, virus corona bisa diidentik dengan tentara Allah SWT yang dikirim untuk mengingatkan orang orang durjana di muka bumi ini.
2. "_Musibah virus adalah ketetapan Allah taala"

Tidak ada satupun yg terjadi di muka bumi ini seperti daun yg jatuh di tengah malam yg gelap di tengah hutan belantara melainkan ada dalam pengawasan dan ketetapan Allah taala.
Karenanya kita harus yakin bahwa apa pun yg terjadi dengan diri kita , keluarga, tetangga dan masyarakat kita semuanya sudah menjadi ketatapan yg sudah tertulis.
ู‚ู„ ู„ู† ูŠุตูŠุจู†ุง ุงู„ุงู…ุง ูƒุชุจ ุงู„ู„ู‡ ู„ู†ุงู‡ูˆ ู…ูˆู„ุงู†ุง
Katakanlah sekali kali tidak akan menimpa kita melainkan apa yg telah ditetapkn Allah untuk kita. Dia Allah pelindung kita.
At-taubah: 51
ู…ุงูŠุตูŠุจ ุงู„ู…ุณู„ู… ู…ู† ู†ุตุจ ูˆู„ุง ูˆุตุจ ูˆู„ุง ู‡ู… ูˆู„ุง ุญุฒู†ูˆู„ุง ุงุฐุง ูˆู„ุง ุบู… ุญุชูŠ ุงู„ุดูˆูƒุฉ ูŠุดุงูƒู‡ุงุงู„ุง ูƒูุฑุงู„ู„ู‡ ุจู‡ุงู…ู† ุฎุทุงูŠุงู‡
Tidak lah suatu lelah, sakit, sedih, gundah bahkan tusukan duri kecuali itu semua sabagai penghapus dosa. (HR Bukhari Muslim). 

3. "_Sedih karena tdk bisa beraktivitas lagi?_"
Ketahuilah bahwa pahala Antum tetap mengalir sebanyak pahala di saat kondisi normal saat antum leluasa bisa ikut kajian, kuliah, hadiri taklim, rapat dakwah, dll. Jadi walaupun saat ini hanya terkurung di rumah, pahalanya tetap mengalir tidak kurang satu senti pun.
Ini dalilnya,
Dari Abu Musa ra bhw nabi saw bersabda,
ุงุฐุง ู…ุฑุถ ุงู„ุนุจุฏ ุงูˆ ุณุงูุฑูƒุชุจ ู„ู‡ ู…ุซู„ ู…ุง ูƒุงู† ูŠุนู…ู„ ู…ู‚ูŠู…ุง ุตุญูŠุญุง
Jika seorang hamba sakit atau sdg safar (bepergian)maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan sehat  (HR. Bukhari no 299).

4. "_Keuntungan buat yg bersabar_"
Bagi orang yg bersabar dan tidak mengeluh dengan kondisi, diam di rumah setara pahalanya dengan pahala mati syahid.
ุนู† ุนุงุกุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุงู‚ุงู„ุช ุณุกู„ุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุนู† ุงู„ุทุงุนูˆู† ูุงุฎุจุฑู†ูŠ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุต. ุงู†ู‡ ูƒุงู† ุนุฐุงุจุงูŠุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠ ู…ู† ูŠุณุงุก. ูุฌุนู„ู‡ ุฑุญู…ุฉ ู„ู„ู…ูˆุกู…ู†ูŠู†. ูู„ูŠุณ ู…ู† ุฑุฌู„ ูŠู‚ุน ุงู„ุทุงุนูˆู† ููŠู…ูƒุซ ููŠ ุจูŠุชู‡ ุตุงุจุฑุงู…ุญุชูŠุจุง ูŠุนู„ู… ุงู†ู‡ ู„ุงูŠุตูŠุจู‡ ุงู„ุง ู…ุง ูƒุชุจ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุงู„ุง ูƒุงู† ู„ู‡ ู…ุซู„ ุงุฌุฑ ุงู„ุดู‡ูŠุฏ.
Dari Aisyah ra  bahwa dia berkata: saya bertanya kepada rasulullah saw tentang penyakit thoun (wabah). Beliau menjawab bahwa wabah itu adalah azab buat yang Dia kehendaki dan rahmat bagi orang orang mukmin. Maka tidaklah seseorang mendapatkan wabah ini lalu diam di rumahnya dengan sabar dan berharap pahala Allah, dia yakin bahwa tidak ada satupun musibah kecuali sudah ditetapkn Allah, maka ia mendapatkan pahala seorang syahid (HR. Bukhari dan Ahmad).

5."_Amalkan Membaca doa qunut Nazilah_"
Imam An-Nawawi menghikayatkan bahwa makna qunut adalah berdoa. Doa yang baik maupun doa yang buruk. Sementara secara syar’i, qunut berarti nama suatu doa saat berdiri dalam shalat pada tempat tertentu. (Wizaratul Auqaf was Syu’unul Islamiyyah, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah, [Kuwait, Darus Shafwah, 1416 H/1995 M], cetakan pertama, XXXIV/57).
Adapun nazilah bermakna musibah besar yang menimpa manusia seperti diserang musuh, kekeringan, pandemi (wabah penyakit yang berjangkit serempak di mana-mana atau meliputi daerah geografis yang luas), bahaya besar yang menimpa kaum muslimin (atau sebagiannya) dan semisalnya. Qunut nazilah merupakan amalan sah dan legal dalam Islam ketika menghadapi berbagai bencana yang menimpa. Dalam konteks sekarang qunut nazilah sunnah dilakukan sebab merebaknya Covid-19.Qunut secara bahasa mempunyai makna beragam, yaitu ketaatan, shalat, berdiri lama, diam, dan berdoa.

Dari ulasan di atas dapat dipahami bahwa pengertian qunut nazilah adalah doa yang diucapkan saat berdiri dalam shalat pada tempat tertentu (saat i’tidal) karena musibah yang menimpa kaum muslimin atau sebagiannya.  

Sejarah dan Urgensi Dalam catatan sejarah umat Islam, qunut nazilah pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pascatragedi Bir Ma’unah pada bulan Shafar ke-4 Hijriyah(Mei 625 H) di mana 70 sahabat—yang lolos hanya satu orang Amr bin Umayyah, 
dalam riwayat lain Muhammad bin Uqab—yang diutus oleh Nabi SAW untuk berdakwah ke wilayah Najd dibantai di Bir Ma’unah. Kemudian di tengah kedukaan ini Nabi Muhammad SAW berdoa agar Allah memberikan balasan kepada para pelakunya—di antaranya Amir bin Thufail—. Di waktu berikutnya, ketika Amir bin Thufail menuju Madinah untuk membunuh Nabi SAW, ia singgah di rumah seorang perempuan yang terkena penyakit menular. Lalu Amir pun tertular dan meninggal di tengah padang pasir.
(A Muchlishon Rochmat, Tragedi ar-raji dan Bir Ma’unah, Awal Mula Nabi Muhammad Amalkan ‘Qunut Petaka’, NU Online; dan Isma’il bin Katsir Ad-Dimasyqi, Al-Bidayah wan Nihayah, [Beirut, ]Dar Ihya’it Turats al-‘Arabi, 1408 H/1988 M], cetakan pertama, tahqiq: Ali Syairi, IV/83-85). Doa itulah yang kemudian disebut dengan doa qunut nazilah dan terus diamalkan kaum muslimin hingga kini, terutama ketika sedang menghadapi bahaya atau malapetaka. 

Hukum Qunut Nazilah Menurut mazhab Syafi’i hukum qunut nazilah adalah sunnah ketika terjadi malapetaka atau bahaya yang menimpa kaum muslimin atau sebagiannya. Sedangkan waktu pelaksanaannya adalah ketika berdiri bangun dari ruku’ (i’tidal) dalam kelima shalat fardhu.

Dalilnya adalah hadits shahih yang sangat populer:
ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َู†َุชَ ุดَู‡ْุฑًุง ู„ِู‚َุชْู„ِ ุงู„ู‚ُุฑَّุงุกُ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…ْ. (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ 

Artinya, “Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para Qurra’ (ahli al-Qur’an) radhiyallahu ‘anhum.” (Bukhari dan Muslim).

ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َู†َุชَ ุจَุนْุฏَ ุงู„ุฑُّูƒُูˆุนِ.

Artinya, “Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) setelah (bangun dari) ruku’.” (Bukhari dan Muslim). 

(Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, Al-Majmu’Syarhul Muhazzab, [Beirut, Dar al-Fikr: 1392 H], cetakan ke-2, V/176).

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง: ู‚َู†َุชَ ุฑَุณُูˆู„ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุดَู‡ْุฑًุง ู…ُุชَุชَุงุจِุนًุง ูِูŠ ุงู„ุธُّู‡ْุฑِ ูˆَุงู„ْุนَุตْุฑِ ูˆَุงู„ْู…َุบْุฑِุจِ ูˆَุงู„ْุนِุดَุงุกِ ูˆَุงู„ุตُّุจْุญِ، ูŠَุฏْุนُูˆ ุนَู„َู‰ ุฑِุนْู„ٍ ูˆَุฐَูƒْูˆَุงู†َ ูˆَุนُุตَูŠَّุฉَ ูِูŠ ุฏُุจُุฑِ ูƒُู„ ุตَู„ุงَุฉٍ ุฅِุฐَุง ู‚َุงู„ ุณَู…ِุนَ ุงู„ู„ู‡ُ ู„ِู…َู†ْ ุญَู…ِุฏَู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ุฑَّูƒْุนَุฉِ ุงู„ุฃَْุฎِูŠุฑَุฉِ، ูˆَูŠُุคَู…ِّู†ُ ู…َู†ْ ุฎَู„ْูَู‡ُ. (ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ. ุญุฏูŠุซุญุณู†)

Artinya, “Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa qunut (nazilah) secara terus-menerus dalam shalat dhuhur, asar, maghrib, isya dan subuh, mendoakan atas Ri’li, Dzakwan, ‘Ushayyah di setiap akhir shalat, yaitu ketika beliau mengucapakan: ‘Sami’allahu liman hamidah’ di rakaat terakhir, dan orang yang (berjamaah) di belakangnya mengamininya. (HR. Abu Dawud. Hadits hasan). (Wizaratul Auqaf,Al-Mausu’atul Fiqhiyyah: XXXIV/66-67; dan An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim: V/176).

Syarat mendapatkan pahala syahid:
1. Tetap di rumah
2. Sabar
3. Berharap pahala Allah
4. Yakin bahwa segala musibah  ditetapkan Allah.
Semoga kita diberi perlindungan dari Allah SWT. Dan semoga virus corona di angkat oleh Allah dari bumi Allah amin yarobal alamin.. ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

Komentar

  1. ู…ุงุดุงุกุงู„ู„ู‡...
    ุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุง ูˆ ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Afwan....silahkan di share jika bermanfaat๐Ÿ™๐Ÿ™

      Hapus

Posting Komentar

mohon agar tetap memperhatikan adab dan etika dalam berkomentar. terimakasih

Postingan populer dari blog ini

"THE MIRACLE OF GIVING (KEAJAIBAN SEDEKAH)"

MULAI DARI DIRIMU SENDIRI